Inspirasi Bisnis Gaya ATM : Ikuti … Atau Tinggalkan ?

Inspirasi Bisnis Gaya ATM : Ikuti … Atau Tinggalkan ?

Cafebuku.com – Hai sobat Cafebuku,

Pernah dengar tips memulai bisnis dengan gaya ATM alias Amati, Tiru dan Modifikasi ?

Cara ini adalah salah satu metode yang sudah populer dalam dunia bisnis dan industri kreatif di Indonesia. Metode ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi bisnis untuk senantiasa menciptakan produk atau strategi yang segar, kreatif, unik dan berdaya saing.

Metode ATM, Amati Tiru dan Modifikasi. Amati gampang, tiru gampang, tapi yang paling penting modifikasi. Jadikan diri anda sendiri berciri khas. Itu yang dilakukan kalau mau sukses membangun usaha.

Ngobrolin bisnis dengan metode ATM, ada sebuah tulisan menarik dari mas Burhan Solihin yang mengupas bagaimana seorang Mark Zuckenberg pun tidak segan menerapkan metode ini untuk mengembangkan bisnisnya.

Bagaimana ceritanya ? simak tulisan mas Burhan yang diambil dari akun IGnya di @burhans di bawah ini. Semoga bisa menjadi inspirasi terutama bagi teman-teman yang masih kebingungan untuk memulai atau sedang merintis berdirinya sebuah usaha :

Bisnis pakai gaya ATM (amati tiru dan modifikasi) itu sah-sah saja.

Kayak Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Yang terakhir yang menghebohkan adlah Threads yang dianggap meniru Twitter yang dimiliki oleh Elon Musk.

Tapi inovasi Threads ini dalam sehari meraih 30 juta pelanggan. Itu yg membuat Elon Musk ketar ketir. Meski punya 373 juta pengguna Twitter, perusahaan ini sempat gonjang ganjing kepemimpinannya sejak dibeli Elon Musk. Seperti kehilangan arah. .

Mark dari dulu dikenal sebagai peniru atau ATM yg super baik. Sebagian inovasinya adalah bergaya ATM dan menyodorkan nilai atau value proposition yang berbeda: .

  • Friendster —> Facebook
  • Snapchat —> Insta Story IG
  • Tiktok. —> IG Reels
  • Twitter —> Threads .

Sejauh ini gaya ATM Mark terbukti berhasil di IG Story, IG Reels maupun di Facebook. Mari kita lihat di Threads. . Elon Musk meradang melihat Threads.

“Competition is fine, cheating is not,” katanya .

Di industri lain pun banyak model bisnis gaya ATM. Mobil-mobil Cina yang menjiplak gaya mobil Jepang dan Amerika. Raksasa elektronik Korea juga ATM dari industri elektronik Jepang. .

Jadi? ATM boleh saja asal menawarkan nilai atau value proposition yang pas buat segmen pasar yang diincar. Bika tidak ya konsumen gak percaya, seperti konsumen lebih percaya mobil Jepang ketimbang mobil Cina untuk saat ini.

Kalau di Indonesia apa bisnis ATM yang sukses? Coba beri pendapat.

Cafebuku.Com
Ikuti juga media online kami disini :

IG : @cafebukucorner
Telegram : t.me/cafebukucorner

Sumber : https://www.instagram.com/p/CuYRb2jvwBV/?utm_source=ig_web_copy_link&igshid=MzRlODBiNWFlZA==

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *