Ambil Hikmahnya! Cerita Motivasi dari Kisah Seekor Keledai dalam Sumur

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup karena berbahaya) jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.

Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyetop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian, Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengan dengan apa dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.

Apa hikmahnya yaa ?

Seringkali kita terjebak dalam kesulitan, rasanya seperti berada di dalam sumur dan orang tak berhenti menuangkan tanah atau kotoran ke badan kita.

Dalam situasi seperti ini, bersikap tenang dan berpikir positif untuk terus maju lebih diperlukan ketimbang sumpah serapah dan maki-makian. Apa yang kita perlukan adalah “mengguncangkan” segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan menggunakannya sebagai pijakan untuk keluar dari sumur (masalah yang mendera kita).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *